follow

Pembuatan Kandang Ayam Broiler

Peternakan Ayam BroilerPeternakan Ayam Broiler - Pembuatan kandang yang layak dan memadai menjadi salah satu kunci utama keberhasilan beternak ayam broiler. Kandang yang baik dan dilengkapi dengan perlengkapan dan fasilitas yang dibutuhkan akan menjadikan proses pemeliharaan sehari-harinya menjadi mudah dijalankan. Kandang yang baik juga akan menciptakan suasana yang nyaman bagi ayam sehingga mampu meningkatkan konversi makanan, meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan secara optimal. Berikut ini ada beberapa tips dan seluk-beluk kandang ayam broiler/ras pedaging yang bisa anda jadikan pertimbangan sebelum membuka peternakan :


Ketahui Syarat Pembuatan Kandang Ayam Broiler di sini
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Pengaturan Jumlah Produksi Ayam Broiler

Menyiapkan Usaha Produksi Bibit Ayam PedagingMenyiapkan Usaha Produksi Bibit Ayam Pedaging - Pengaturan dan penghitungan jumlah produksi harus dilakukan semenjak awal, dengan tujuan agar semua hasil produksi ayam broiler bisa terserap oleh pasar atau konsumen. Bagi peternak yang baru mulai menjalankan usaha peternakan, maka sebelum memulai produksi, peternak harus melihat potensi dan pangsa pasar terlebih dahulu, termasuk didalamnya jalur dan cara pemasarannya. Bila potensi pasar sudah diketahui dan pangsa pasar sudah dikuasai, selanjutnya peternak bisa menentukan total jumlah produksi yang akan dijalankan (semisal dalam sebuah kg atau ton)yang pada tahap selanjutnya akan dikonversikan dalam satuan ekor.

Namun, apabila relasi di jalur pemasaran sudah terbentuk, maka perhitungan jumlah produksi akan lebih mudah. Peternak biasanya sudah mempunyai rekanan bisni yang berposisi sebagai pengepul atau distributor yang siap menampung atau membeli ayam broiler setiap kali masa panen, dan dalam jumlah yang sudah ditentukan. Dengan begitu, peternak hanya akan memproduksi ayam pedaging dalam jumlah tertentu sesuai dengan total jumlah permintaan dari distributor yang menjadi rekan bisnisnya. Sebagai contoh, bila distributor membutuhkan 2 ton ayam pedaging setiap minggu, maka peternak akan berupaya agar bisa memenuhi target tersebut, tidak lebih dan tidak kurang.

  • Total produksi per periode

    Bila peternak sudah mempunyai rekanan bisnis, sebagai misal pihak pengepul atau distributor yang siap membeli semua ayam pedaging yang siap dipanen, maka jumlah produksi ayam broiler/ras pedaging untuk setiap periode produksi bisa dihitung sedari awal atau sebelum mulai mendatangkan bibit ayam pedaging umur sehari atau DOC (day old chicken). Langkah-langkahnya sebagai berikut.

    1. Peternak memastikan jumlah ayam pedaging yang siap dibeli oleh rekanan pengepul/distributor (biasanya dihitung dalam jumlah ton atau kilogram). Peternak juga akan memastikan frekuensi pengambilan dari distributor, apakah seminggu sekali, dua minggu sekali, atau bahkan mungkin saja dalam hitungan beberapa hari sekali.

    2. Jumlah ayam yang diminta (misal dalam hitungan ton) kemudian dibagi dengan bobot rata-rata ayam ketika dipanen. Contohnya, bila distributor meminta 2 ton (2.000 kg) ayam dan bobot hidup rata-rata ayam adalah 1,6 kg per ekor (umur sekitar 6 minggu, maka jumlah ayam yang dipanen adalah 1.333 ekor.)

    3. Dari jumlah ayam yang akan dipanen tersebut, bisa diketahui jumlah ayam yang harus dipelihara. Caranya dengan menambahkan 10% dari total yang akan dipanen, dengan catatan 4% angka maksimal resiko mortalitas atau kematian ayam selama pemeliharaan di daerah tropis, dan 6% adalah angka cadangan bilamana ditemui ayam yang apkir, seperti cacat, terlalu kecil, atau kurus sewaktu pemanenan. Dari contoh diatas, bila jumlah ayam yang dipanen adalah 1.333 ekor, maka jumlah ayam yang akan dipelihara adalah 1.333 + (10% dari 1.333 = 1.466 ekor).

    4. Karena permintaan dari distributor biasanya akan kontinu atau berkelanjutan dalam tempo atau frekuensi yang sudaj ditetapkan, maka peternak harus menyiapkan bibit yang nantinya bisa dipanen secara berurutan sehingga bisa memenuhi permintaan distributor sesuai tempo yang sudah disepakati. Misalnya, bila distributor meminta 2 ton ayam pedaging untuk frekuensi satu minggu sekali, maka setiap satu minggu sekali ada pengadaan sejumlah 1.466 ekor bibit anak ayam (DOC) berusia sama yang akan dimasukkan kedalam kandang pembesaran.

    5. Karena peternak biasanya sengaja mengosongkan kandang yang baru saja dipanen selama 2 minggu untuk memotong siklus penyakit ayam yang bisa muncul kapan saja, maka total waktu untuk setiap periode produksi ayam yang dipanen pada usia 6 minggu adalah 6 + 2 = 8 minggu. Agar selalu bisa memenuhi permintaan distributor. dengan frekuensi pemanenan satu minggu sekali, maka jumlah kandang yang akan dibuat adalah 8 kandang, dimana setiap kandang akan diisi oleh kelompok ayam yang berusia sama, dan setiap kelompok berbeda umur 1 minggu. Artinya, begitu kelompok tertua dipanen, maka kandang lain akan dimasukkan DOC baru. Dengan cara seperti itu, maka pada setiap akhir minggu akan selalu ada kelompok ayam yang siap dipanen. Dari contoh perhitungan di atas, maka total jumlah ayam yang dipelihara dalam satu unit peternakan yang berisi 8 kandang/kelompok ayam adalah 1.4666 ekor dikali 8 =11.728.

  • Total produksi per tahun

    Bila sudah diketahui beban operasional per masa produksi, maka jumlah produksi pertahun juga bisa dirancang sedari awal. perhitungannya adalah dalam satu tahun ada 52 minggu, sebagai misal, untuk setiap periode produksi memakan waktu 6 minggu ditambah 2 minggu kosong (tidak memelihara ayam) dengan tujuan memotong siklus penyakit, maka total waktu untuk setiap produksi mencapai 8 minggu. Dengan perhitungan satu tahun ada 52 minggu, maka total produksi selama satu tahun adalah 52 dibagi 8 yakni 6,5 atau bisa dibulatkan menjadi 6 kali produksi. Dengan mengetahui jumlah produksi per tahun tersebut, peternak bisa menghitung keuntungan selama satu tahun, dan nantinya juga bisa untuk menghitung atau memperkirakan kapan waktu balik modal.


Teruskan membaca Cara Pembuatan Kandang dan Penyediaan Peralatan yang Dibutuhkan
By Chintya Nada Pangestika with 1 comments

Mempelajari Kebutuhan dan Keinginan Pasar

Setiap peternak harus mempelajari keinginan dan kebutuhan pasar yang ada, dalam hal ini adalah mencari tahu berapakah bobot tubuh hidup ayam pedaging yang dibutuhkan oleh pasar atau paling disukai konsumen. Tujuannya adalah agar ayam yang diproduksi benar-benar bisa mendapatkan konsumen atau diterima baik oleh pasar. Bisa saja untuk setiap daerah tertentu, selera konsumen akan berbeda pula. Satu daerah tertentu, selera konsumen akan berbeda pula. Satu daerah bisa saja cenderung menyukai ayam broiler dengan bobot hidup 1,5 kg/ekor, tapi daerah lain lebih menyukai ayam broiler dengan bobot 1,8 kg.

Bervariasinya selera konsumen tersebut, tentunya akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi peternak ketika akan melepas ayamnya di pasaran, yang pada akhirnya akan menentukan lamanya pemeliharaan, biaya produksi yang harus dikeluarkan, jumlah pakan yang harus dibutuhkan, dan sebagainya. Intinya, setelah mengetahui rata-rata bobot tubuh ayam yang dibutuhkan konsumen, maka peternak bisa menghitung atau memperkirakan masa pemeliharaan yang akan dilakukan untuk satu kali periode pemanenan. Dari sana, selanjutnya akan diketahui atau diperkirakan waktu modal akan kembali dan juga sirkulasi keluar-masuknya dana (Cash-flow) yang terjadi dalam proses produksi tersebut.

Mempelajari Kebutuhan dan Keinginan Pasar

Pengaturan Jumlah Produksi Ayam Broiler bisa anda baca Disini
By Chintya Nada Pangestika with 1 comments

Modal Membuka Usaha Peternakan Ayam Broiler

Di postingan sebelumnya saya telah menjelaskan tentang mencari tenaga kerja dan Macam-macam Tenaga kerja yang Dibutuhkan di peternakan ayam, dan kali ini saya akan menjelaskan tentang syarat mutlak ketika kita mau membuka usaha peternakan ayam.

Ketersediaan modal di awal membuka usaha memang bisa dikatakan menjadi syarat mutlak ketika harus membuka usaha, termasuk dalam hal ini membuka peternakan ayam broiler. Modal yang tersedia nantinya akan di pergunakan untuk menjalankan peternakan ayam dari tahap awal, yakni dari menyewa lahan usaha, membuat kandang, pengadaan bibit ayam (DOC), pengadaan ransum/pakan, pengadaan peralatan kandang, pembelian obat-obatan (termasuk vaksin dan feed supplement), upah tenaga kerja/petugas kandang, hingga biaya operasional lainnya seperti biaya tagihan listrik dan biaya transportasi.

Ketersediaan modal pada akhirnya akan menentukan seberapa besar skala usaha peternakan ayam yang akan dijalankan, setidaknya di awal pembukaan usaha. Bisa saja modal yang dikeluarkan di awal bukanlah keseluruhan modal yang harus di keluarkan untuk operasional peternakan ayam tersebut. Pasalnya peternakan bisa saja mempergunakan dana yang ada untuk membiayai pos-pos pengeluaran yang memang harus di keluarkan di awal, sebagai misal pembuatan kandang, pembelian DOC, hingga pembelian ransum untuk fase starter. Kebutuhan lainya bisa diberikan belakangan sambil menjalankan usaha. Sebagai contohnya, Upah tenaga tetap atau petugas kandang bisaa saja dibayarkan setelah pemanenan pertama, mengingat masa pemeliharaan ayam broiler tidaklah terlalu lama, yakni bisa dipanen pada umur 5-6 minggu saja atau sekitar 1,5 bulan.

Modal yang dipergunakan untuk membuka usaha peternakan bisa saja mengambil pinjaman dari bank atau lembaga peminjaman uang lainnya, seperti koperasi simpan pinjam. Sistem pengembaliannya bisa kredit perbulan atau bila sudah dipanen, Dengan begitu, keinginan peternak untuk membuka usahanya secara mandiri tidak akan kandas hanya karena terganjal oleh permasalahan kesiapan modal di awal membuka usaha.

Modal Membuka Usaha Peternakan Ayam Broiler

Lanjutkan membaca tentang cara Mengetahui Keinginan dan Kebutuhan Pasar
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Mencari Tenaga Kerja yang Dibutuhkan

Peternakan Ayam Broiler Blogspot - Setelah kita memilih Lokasi peternakan ayam, maka langkah selanjutnya yang dibutuhkan adalah mencari beberapa jumlah tenaga kerja yang sehari-hari nantinya akan mengurusi segala hal di peternakan. Sebelumnya akan saya terangkan macam-macam tenaga kerja di sebuah peternakan ayam.

Ada tiga macam tenaga yang akan kita pekerjakan yaitu :

  1. Tenaga Kerja Tetap
    Tenaga kerja tetap merupakan tenaga atau orang yang sehari-hari berada atau bekerja menangani peternakan. Untuk peternakan ayam skala kecil, tenaga tetap biasanya adalah pemilik peternakan itu sendiri. Sedangkan untuk peternakan kelas menengah hingga skala besar, tenaga kerja tetap merupakan karyawan yang digaji bulanan yang bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing, mulai dari mengurus ransum (pakan), merawat ayam, urusan administrasi semisal mencatat keluar masuknya ayam, hingga pengurus gudang. Tenaga kerja tetap ini biasanya menetap atau tinggal di dalam areal peternakan.

  2. Tenaga Kerja Harian
    Tenaga kerja harian merupakan orang yang di pekerjakan untuk melakukan tugas-tugas tertentu bilamana dibutuhkan. Sebagai contoh, untuk mengangkut karung bahan pakan, membersihkan tempat makan dan minum secara berkala, misal seminggu sekali, atau membersihkan kandang seusai pemanenan. Upah yang diberikan tentu saja dihitung harian atau untuk jumlah hari yang dijalani.

  3. Tenaga Kerja Lepas
    Tenaga kerja lepas merupakan tenaga kerja yang sifatnya kontrak atau dibutuhkan pada masa-masa tertentu saja ketika peternakan membutuhkan tambahan tenaga kerja. Sebagai contoh, tenaga kerja lepas dipekerjakan pada saat pemanenan yang mencapai ribuan ayam dan membutuhkan banyak tenaga tambahan mulai dari menangkap ayam, menimbang, memasukkan dalam boks, dan membawanya ke truk atau alat transportasi lainya. Tenaga kerja lepas biasanya hanya di temui pada peternakan kelas besar utamanya untuk mengerjakan pekerjaan kasar, dan sifatnya terikat.

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

Rutinitas pada sebuah peternakan ayam broiler tidaklah sibuk sepanjang waktu, melainkan pada saat-saat tertentu saja. Kesibukan ini terutama pada pagi atau sore hari saat memberikan ransum (pakan), beberapa hari sekali untuk membersihkan kandang, saat pemanenan, atau pada saat pemberian vaksin. Karena itu, pada peternakan skala kecil hingga menengah, permasalahan teknis pemeliharaan, manajemen produksi, hingga pemasaran bisa saja dilakukan oleh satu orang saja, yakni pemilik peternakan itu sendiri. Sedangkan untuk tenaga pembantu bisa dengan mengambil satu atau dua orang saja untuk membantu pekerjaan seperti vaksinasi ayam, pemberian ransum, dan sebagainya.

Bila usaha peternakan ayam tersebut sudah masuk kategori skala menengah atau bahkan skala peternakan besar, maka harus ada orang yang didelegasikan atau ditempatkan untuk menangani bidang pekerjaan tertentu sesuai dengan kecakapannya masing-masing. Mulai dari petugas pemberi pakan/ransum, administrasi, pemasaran, hingga petugas gudang.

Untuk jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, utamanya memang bergantung pada skala usaha dan jumlah ayam yang dipelihara. Namun, sebagai pembanding, untuk peternakan yang dijalankan dengan peralatan manual (bukan peralatan otomatis), satu orang pekerja kandang bisa menangani hingga 2.000 ekor ayam. Sedangkan untuk peternakan yang sudah memakai peralatan otomatis, maka satu orang pekerja kandang bisa menangani 5.000 hingga 6.000 ekor ayam.

Mencari Tenaga Keja yang Dibutuhkan

Baca lanjutan dari artikel ini mengenai Menyiapkan Modal dan Segala Keperluan yang Dibutuhkan
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Memilih Lokasi Peternakan

Peternakan Ayam Broiler Blogspot - Setelah menentukan lokasi awal beternak ayam broiler/ras pedaging. maka langkah selanjutnya adalah memilih lokasi peternakan. Untuk pemilihan lokasi, setidaknya harus memenuhi ketentuan-ketentuan seperti berikut :

  • Tempat yang sunyi, jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk.
    Lokasi peternakan ayam paling disarankan dibuka di tempat yang sedikit sunyi, jauh dari keramaian maupun permukiman penduduk. Hal tersebut dikarenakan sifat ayam broiler yang mudah stres, mudah terkejut, dan sangat sensitif terhadap kondisi di sekitarnya. Selain itu, dengan memilih lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk, maka usaha peternakan ayam akan terhindar dari keluhan warga sekitar akibat bau limbah kotoran yang di timbulkannya, ataupun resiko akan digusur oleh pemerintah tata kota setempat. Lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk juga sangat membantu meminimalisir resiko masuknya bibit penyakit yang bisa saja terbawa oleh orang luar (bukan pekerja peternakan).

  • Dekat dengan sumber pakan yang dibutuhkan.
    Usahakan ternak ayam akan lebih mudah dijalankan dan lebih menguntungkan bila lokasi usaha yang dipilih berdekatan dengan sumber penghasil pakan yang dibutuhkan ayam. Sebagai misal, lokasi peternakan berada dekat dengan toko bahan pakan, atau dekat dengan pabrik penggilingan padi yang akan menghasilkan bekatul, dan sebagainya.

  • Dekat dengan lokasi pemasaran
    Sekalipun sudah tersedia atau terdapat alat transportasi yang memadai, namun akan lebih baik pula bila lokasi peternakan yang akan di buka tidak terlalu jauh dengan lokasi pemasaran dan lokasi pembelian bibit.Pasalnya, ayam broiler sangat rentan dan mudah stress terhadap perjalanan jauh. Terlebih lagi bila melewati medan yang lumayan berat.

  • Tidak berisiko untuk digusur.
    Lokasi peternakan harus benar-benar aman dan terhindar dari resiko akan digusur oleh pemerintah tata kota setempat. Untuk itu, selain mengantongi izin usaha, lokasi yang dipilih harus di cocokkan dengan rencana Pemda atau Bapedda setempat sehingga kemudian hari tidak akan terkena resiko penggusuran atau relokasi.

  • Pasokan air melimpah atau dekat dengan sumber air.
    Ternak ayam memang memerlukan banyak persediaaan air yang nati akan digunakan, mulai dari keperluan minum hingga membersihkan kandang. Bila pasokan air melimpah, maka kandang bisa dibersihkan secara rutin, dan pemberian air minumpun bisa diberikan setiap saat.

  • Akses ke peternakan mudah dan stategis.
  • Peternakan ayam sebaiknya juga dibuka di areal yang mudah di akses dengan kendaraan apapun sehingga memudahkan bagi siapa saja, mulai dari pengelola hingga pengepul/distributor untuk menuju ke sana.
  • Lokasi sebaiknya berada di tempat yang sejuk.
    Lokasi peternakan akan lebih bagus jika di buka di lokasi yang sejuk, tidak gersang atau panas, dan masih terdapat beberapa tanaman penaung. Tanaman ini berfungsi sebagai peneduh sekaligus penopang serbuan dari angin kencang. Keuntungan dari tempat yang sejuk adalah ayam akan terhindar dari resiko stres yang disebabkan oleh suhu lingkungan yang terlalu panas.


Memilih Lokasi Peternakan Ayam Broiler

Teruskan membaca ke bagian judul Mencari Tenaga Kerja yang Dibutuhkan
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Free Automatic Backlinks Exchange Services

This program is a free automatic backlinks exchange services and free web traffic from other users. Everyone knows how important backlinks to get a high pagerank. Here, we offer a backlink for free and very fast for your sites. Copy the html code first, and then paste to your website or blog. To view your backlink you can click the image link from your website or blog. And well... your website url done and will be displaying in last references. If any visitors click this banner from your website or blog, your url backlink will be creating automatically in this website. Enjoy with this seo tricks.

By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Menentukan Tujuan Awal dari Beternak Ayam Broiler

Tujuan Awal Beternak Ayam Broiler PedagingPeternakan Ayam Broiler Blogspot - Sebelum memutuskan untuk beternak atau membuka peternakan ayam broiler/ras pedaging, terlebih dahulu harus ditentukan tujuan awal dari beternak tersebut. Tujuan atau motif awal ini nantinya akan menjadi pegangan arah atau pedoman dalam seluruh proses operasional peternakan yang akan dibuka. Secara praktisnya, tujuan bertenak ini adalah untuk menjawab pertanyaan, "Untuk apakah saya memutuskan beternak ayam pedaging?" Dengan sendirinya, target yang akan dicapai dari beternak ayam tersebut akan disesuaikan dengan tujuan awal itu sendiri.

Sebagai misal, bila tujuan awal beternak ayam adalah semata-mata untuk mengisi waktu luang, maka target untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya jelas tidak sesuai. Target yang sesuai tentunya adalah mempunyai kesibukan yang bermanfaat dari pada menganggur. Begitu pula bila tujuan atau motif awalnya hanya untuk memanfaatkan lahan kosong, maka target yang ingin dicapai adalah memberi nilai tambah pada lahan yang dimiliki agar produktif.

Akan tetapi bila tujuan awalnya adalah murni komersial atau untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, maka bisa saja peternak membuat target produksi minimal yang harus dicapai untuk satu periode produksi. Nantinya, target tersebut dengan sendirinya akan menuntut kesiapan dari peternak, termasuk di dalamnya menyesuaikan dengan modal yang akan di gelontorkan di awal membuka usaha, jumlah karyawan tetap yang akan diambil, dan lain sebagainya.

Seiring waktu berjalan, bisa saja tujuan dari beternak ayam broiler tersebut akan mengalami pergeseran atau perubahan. Sebagai misal, bila tujuan awalnya untuk memanfaatkan lahan kosong dan dalam praktiknya ternyata sangat menguntungkan, maka peternak bisa saja memutuskan untuk merevisi atau mengubah haluan dengan menjadikan beternak ayam broiler tersebut sebagai bisnis serius yang akan dikelola secara profesional. Tentu saja keputusan semacam itu haruslah melewati berbagai pertimbangan dan juga evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai selama ini. Bila benar-benar sudah yakin dan siap dengan segala risiko yang bisa muncul kapan saja, maka boleh-boleh saja memperluas usaha dan menambah jumlah ayam yang dipelihara.

Intinya, Jangan sampai peternak mengambil keputusan terburu-buru hanya lantaran termotivasi oleh emosi sesaat, bujukan dari teman atau anggota keluarga sendiri, atau karena tertarik oleh harga jual ayam pedaging yang tiba-tiba saja melonjak naik. Dalam pemikiran yang sederhana, semakin besar skala peternakan yang akan dikelola, maka tanggung jawab dan risiko usahanya pun juga semakin besar.

Teruskan membaca ke artikel yang berjudul Memilih Lokasi Peternakan
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Nilai Lebih dari Beternak Ayam Broiler

Nilai Lebih dari Beternak Ayam Broiler
Peternakan Ayam Broiler Blogspot - Beternak ayam broiler memiliki banyak nilai lebih ketimbang beternak unggas yang lain, termasuk ayam buras (ayam kampung). Beberapa kelebihannya adalah sebagai berikut :
  • Tingkat pertumbuhannya sangat cepat sehingga lebih cepat pula dipanen

    Ayam broiler menunjukkan pertumbuhan yang fantastis semenjak usia 1 minggu hingga 5 minggu dan bisa dijual ke pasar sebelum berumur 8 minggu.

  • Dagingnya mempunyai kandungan gizi yang lengkap dan halal

    Selain mempunyai kandungan gizi yang lengkap, dagingnya juga halal dan boleh dikonsumsi oleh agama manapun, tidak seperti daging babi yang diharamkan oleh kaum muslim ataupun daging sapi yang tidak boleh dimakan oleh penganut Hindu.

  • Tingkat kebutuhan pasar sangat tinggi

    Tingkat kebutuhan pasar akan daging ayambroiler/ayam ras pedaging terbilang sangat tinggi mengingat keberadaannya sebagai salah satu lauk yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia.

  • Harga Jualnya Sangat Bagus

    Sekalipun terkadang fluktuatif, namun harga jual daging ayam ras pedaging di pasaran relatif bagus. Bahkan pada masa-masa tertentu seperti pada saat menjelang hari raya agama, harganya bisa melonjak sangat tinggi hingga berkali-kali lipat dari harga normal.

  • Cara pengelolaannya tidak terlalu sulit dan bisa dijalankan siapa saja

    Beternak ayam broiler sebenarnya bisa dilankan oleh siapa saja lantaran tidak rumit, asalkan ditangani secara profesional dan menggunakan prosedur yang benar. Selain itu, beternak ayam broiler sebenarnya juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan setiap yang kurang peoduktf, mulai dari lahan kosong sepertitegalan hingga persawahan tanda hujan, dengan catatan jauh dari keramaianmaupun pemukiman penduduk
  • Potensial untuk dijadikan investasi Usaha

    Bila ditekuni, dikelola secara profesional, dan dijalankan dengan prosedur yang benar, maka bertenak ayam broiler inibisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar dengan jalan memaksimalkan kuantitas dan kualitas daging ayam yang dihasilkan, sehingga saat potensial untuk dijadikan investasi usaha, terutama untuk jangga pendek.

Akan tetapi beternak ayam broiler juga mempunyai sisi kelemahan beberap kelemahan. Beberapa diantaranya adalah senagai berikut :

  1. Memerlukan pemeliharaan dan penanganan secara intensif dan lebih pelik ketimbang beternak ayam buras atau ayam kampung.
  2. Membutuhkan modal yang lebih besar, mulai dari pembelian bibit DOC, pembuatan kandang khusus, pembelian pakan, obat-obatan dan vaksin, gaji pekerja kandang, hingga sewa lahan di lokasi khusus.
  3. Membutuhkan ransum makanan yang sangat berkualitas dan dalam jumlah yang relatif banyak ketimbang ransum untuk ayam buras.
  4. Ayam broiler gampang terkena stress dan sulit beradaptasi terhadap lingkungan sekitarnya.
  5. Ayam broiler sangat rentan dan mudah terserang penyakit, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun parasit. Selain itu, tingkat penyebaran penyakitnya terbilang relatif sangat tinggi ketimbang penyakit yang menyerang ayam buras.

Namun, sekalipun pada ayam broiler mempunyai nbeberapa kelemahan seperti disebutkan di atas, segala kelebihan yang ada pada ayam broiler tersebut tetap bisa memberikan keuntungan ekonomis bagi para peternak yang memeliharanya.


Lanjutkan membaca mengenai Menentukan Tujuan Awal dari Beternak Ayam Broiler
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Ciri dan Sifat Ayam Broiler

Ciri dan Sifat Ayam Broiler
Ternak Ayam Broiler Blogspot - Ayam broiler sebagai jenis ayam pedaging yang paling populer dan paling banyak diternakkan mempunyai ciri senang makan atau tingkat konsumsi ransumnya sangat tinggi. Bila ransum (makanan) diberikan tidak terbatas atau ad libitum, maka ayam akan terus menerus makan hingga merasa kenyang. Karenanya, untuk mengurangi beban produksi pengadaan pakan dan sekaligus untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan yang baik pada ayam broiler yang diternakkan, maka peternak hanya akan memberikan ransum pada batas tertentu sesuai umur dan arah pembentukan bibit yang kemudian disebut dengan konsumsi standar atau baku.

Dengan cara ini pula, tingkat konversi ransum pada ayam yang umurnya sama dari waktu ke waktu akan terus diperbaiki sesuai harapan peternak, yaitu tingkat pertumbuhan yang relatif cepat dengan jumlah porsi makanan yang kurang lebih sama atau malah lebih sedikit. Intinya, peternak akan menginginkan agar ayam broiler (pedaging) yang dipeliharanya akan lebih cepat dipanen dengan menghabiskan pakan seminimal mungkin.

Ayam broiler sebenarnya akan tumbuh baik dan optimal bila diternakkan pada temperatur lingkungan 19-21°C. Namun, karena rata-rata suhu di Indonesia terbilang tinggi, maka ayam broiler terlalu banyak minum tapi nafsu makanya berkurang, di mana hal tersebut tidak baik bagi ayam. Maka dari itu, tidak mengherankan bila sebagaian peternak lebih senang membuka peternakan di daerah dataran cukup tinggi dengan suhu yang sejuk dan tidak terlalu panas.

Bila dipelihara dengan baik dan mendapatkan ransum yang berkualitas, maka ayam broiler usia di atas 6 minggu bisa menghasilkan persentase karkas (hasil potongan daging utuh tanpa mengambil darah, bulu, kepala, cakar, maupun isi perut dan rongga dada) yang sangat tinggi, yakni antara 65-75%. Selain faktor pemeliharaan, tingkat kecepatan pertumbuhannya, dan persentase karkas tersebut sangat bergantung pada faktor keturunan. Karena itulah, para peternak ayam broiler akan selalu berusaha untuk mengambil bibit ayam broiler dari bangsa (strain) yang unggul.

Teruskan membaca ke artikel yang berjudul Nilai Lebih dari Beternak Ayam Broiler
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Ayam Broiler, Tipe Pedaging Terpopuler

ayam broiler
Ternak Ayam Broiler - Istilah ayam ras pedaging ataupun ayam broiler memang sudah lama dikenal di Indonesia, mulai sekitar periode 1980-an. Namun sebenarnya istilah “ayam ras pedaging” adalah untuk menyebut jenis ayam yang tingkat pertumbuhannya sangat cepat, produksi dagingnya tinggi, dan sudah bisa dipanen dalam tempo pemeliharaan yang singkat. Berbagai kelebihan dari ayam ras pedaging tersebut didapatkan dari hasil berbagai perkawinan silang dan seleksi yang berkelanjutan dan diikuti dengan upaya perbaikan manajemen pemeliharaan secara terus-menerus sehingga menghasilkan mutu genetik yang unggul. Secara kebetulan, dari semua jenis ayam ras yang dipelihara untuk diambil dagingnya, hingga kini hanya jenis broilerlah yang bisa memberikan hasil produksi sekaligus tingkat pertumbuhan terbaik.

Ayam Broiler menunjukkan pertumbuhan yang fantastis semenjak usia 1 minggu hingga 5 minggu dan bisa di jual kepasaran sebelum berumur 8 minggu. Bahkan saaat ini banyak peternak yang sudah memanennya ketika berumur antara 5-6 minggu dengan bobot hidup rata-rata mencapai 1,4 hingga 1,6 kg per ekor. Sebagai perbandingan, pada umur 5-6 minggu tersebut, bobot maupun ukuran tubuhnya hampir sama dengan bobot ayam kampung/buras yang berumur sekitar 8 bulan.

Karena jenis ayam inilah yang banyak dipelihara di berbagai daerah semenjak periode 1980-an hingga kini, maka lambat laun orang-orang mengidentikkan dan menyebut ayam ras pedaging sebagai ayam broiler. Padahal, ayam broiler sebenarnya hanyalah salah satu jenis dari sekian banyak ayam tipe pedaging yang ada. Sedangkan mengenai keberadaan berbagai macam nama bibit ayam broiler yang ada di pasaran, hal ini dikarenakan setiap Breeding Farm atau perusahaan yang mengembangkan pembibitan ayam boiler akan memberi nama tersendiri pada bibit ayam broiler yang dikembangkannya. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kelebihan dan perbedaan dari bibit yang diroduksinya ke pasaran/konsumen. Perbedaan tersebut umumnya pada tingkat kecepatan perumbuhan, tingkat konsumsi ransum, dan konversi ransumnya.

Lanjukan membaca tentang Ciri-ciri dan sifat Ayam Broiler
By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Daftar Isi

Panduan Lengkap Meraup Untung dari Peternakan
16. Pakan
18. Mengatasi Penyakit
23. Kandang
31. Program Pencegahan Penyakit
A. Program Desinfeksi
B. Program Vaksinasi
C. Program Pengobatan
D. Kegiatan Lainnya
32. Penyakit Pada Jaringan Kulit
A. Infeksi Pusar (Navel Infection)
B. Parasit Eksternal
C. Parasit Internal
D. Favus
E. Cacar Unggas (Fowl Pox)
F. Radang Kulit (Necrotic Dermatitis)
G. Penyakit Akibat Luka Fisik (Physical Traumatic)
H. Staphylococcosis
I. Luka Kulit Berlemak (Xanthomatosis)
33. Penyakit Pada Saluran Pernapasan
A. Aspergillosis
B. Avian Colibacillosis
C. Avian Influenza
D. Radang Tenggorokan (Infectious Bronchitis)
E. Snot (Infectious Coryza)
F. Infectious Laryngotracheitis
G. Mycoplasma Gallisepticum Infection (MG)
H. TBC Unggas (Avian Tuberculosis)
I. Tetelo (Newcastel Disease atau ND)
J. Pembengkakan Bagian Kepala (Swollen Head Syndrome)
34. Penyakit Pada Saluran Reproduksi
A. Bertelur di dalam Tubuh (Internal Laying)
B. Sindrom Telur Pecah (Eggs Drop Syndrome 1976 atau EDS76)
C. Penyakit Berak Putih (Pullorum Disease)
D. Paratipus (Parathypoid Infection)
E. Radang Tuba Falopi (Salpingitis)
F. Zearalenone Mycotoxicosis
35. Penyakit Pada Saluran Pencernaan Selain Usus
A. Infeksi Jamur (Candidiasis)
B. Defisiensi Vitamin A
C. Cacing Parasit Internal
D. Penyakit Gumboro (Infectious Bursal Disease)
E. Penyakit Akibat Racun Jamur (Trichothecene Mycotoxicosis)
F. Penyakit Pada Tembolok (Pendulous Crop)
36. Penyakit Pada Usus
A. Arizona Infection
B. Avian Colibacillosis
C. Tipus Unggas (Fowl Thypoid)
D. Penyakit Jengger Biru (Bluecomb)
E. Organisme Parasit Internal
F. Penyakit Berak Darah (Coccidiosis)
G. Cryptosporidiosis
H. Pendarahan Radang Usus(Hemorrhagic Enteritis)
I. Histomoniasis
J. Sindrom Ayam Kerdil (Infectious Stunting Syndrom)
K. Radang Usus Akut (Necrotic Enteritis)
L. Cacing Gelang (Roundworms)
37. Penyakit Gangguan Sistem Saraf Pusat
A. Avian Encephalomyelitis (AE)
B. Keracunan Makanan (Botulism)
C. Crazy Chick Diseases
D. Dactylariosis
E. Equine Encephalitis Virus Infection
F. Ergotisme (Ergotism)
G. Marek’s Disease
H. Reticuloendotheliosis (RE)
38. Penyakit Sistem Peredaran Darah
A. Avian Colibacillosis
B. Chicken Infectius Anemia Virus (CIAV)
C. Perdarahan (Hemorrhagic Syndrome)
D. Malaria Ayam (Leucocytozoonosis)
E. Round Heart Disease
F. Spirochetosis
39. Penyakit Pada Organ Hati
A. Mikotoksikosis
B. Asites (Ascites)
C. Avian Salmonella
D. Tumor Akibat Virus (Avian Viral Tumor)
E. Kolera Unggas (Fowl Cholera)
F. Inclusion Body Hepatitis (IBH)
G. Penyakit Lymphoid Leukosis (LL)
H. Vibrionic Hepatitis
40. Penyakit Pada Sistem Otot Rangka
A. Avian Colibacillosis
B. Mycoplasma Synoviae Infection
C. Tulang Keropos (Osteoporosis)
D. Perosis
E. Tulang Melunak (Rickets)
F. Tendon Otot Kaki Robek (Ruptured Dyschondroplasia)
G. Radang Sendi akibat Virus (Viral Arthritis)
41. Daftar Berbagai Jenis Penyakit yang Menyerang Ayam dan Penyebabnya
42. Daftar Nama Perusahaan dan Distributor Obat Hewan
43. Update..
44. Update…
45. Update….


Download Daftar Isi Halaman Ini : Ziddu
By Chintya Nada Pangestika with