follow

Mengatasi Gejala dan Penyebab Penyakit Ayam Broiler

ayam broiler
Adalah Ny Saadah yang mengemukakan hal senada. Pentingnya menjaga kebersihan dan sedini mungkin mengatasi penyakit yang timbul merupakan suksesnya. Hal ini dibuktikan pada ternak ayam miliknya. Sejak 1991 sampai sekarang belum pernah terserang wabah penyakit. Komentar senada muncul dari peternak lain."Perhatian dan ketlatenan menjadi syarat utama keberhasilan," ungkap Zahar Chan yang telah beternak selama 10 bulan.

Lain lagi dengan Yap Tjie Tiong peternak asal temanggung. Ia berpendapat, beternak itu rawan penyakit.Disamping penyakitnya susah dikendalikan.Faktor alam pun sangat berpengaruh. Terlepas dari perbedaan persepsi yang semuanya bermuara pada penyakit, Peternakan Ayam Broiler Blogspot merangkum beberapa penyakit ayam dan penanggulanganya dari berbagai sumber.

A.Penyakit Akibat Virus.

1. Tetelo (Newcastle Desease)
Diskripsi :

Tetelo pertama muncul pada tahun 1926 di ingris. Sampai sekarang sudah tersebar luas di berbagai penjuru dunia. Penyakit sangat ganas dan menular. Peternak ayam sering menyebut sampar, Pes, Psuedo Vogel-Pest, atau Cekak.Ia menyerang ayam semua umur. Selain menghambat produksijelas mematikan. Sampai saat ini belum ada obat manjur. Ini akibat virus. Sama halnya manusia terkena Influenza. Pemberian obat tidak menghilangkan virus. Tetapi mengurangi gejala. Tindakan pencegahan paling dianjurkan.

Gejala :
Lesu, kurang bergairah, nafsu makan berkurang. Jengger ayam dan pial kebiruan. Sayap terkulai, keluar cairan dari hidung hingga susah bernafas, ngorok dan batuk, kotoran cair atau kekuningan, Jika banyak yang kena maka ayam akan bergerombol mencari tempat yang hangat, Setelah 1-2 hari kemudian muncul gejala syaraf seperti kaki lumpuh, jalan seret dan leher terpeluntir, (tortikolis) Akibatnya jalan berputar putar (tanda khas).

Penyebab :
1. Virus Paramxyo
2. Pergantian musim seperti hujan atau kemarau yang panjang, termasuk pancaroba.
3. Kontak langsung dengan ayam sakit melalui udara atau binatang lain (carrier)

Penanggulangan :
1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Pemberian dilakukan dengan vaksin aktif pada umur 4 hari, 18 hari,  8 minggu dengan vaksin ND in-aktif secara intra maskular, pada umur 18 minggu diberi vaksin gabungan IB + ND in aktif secara intra maskular pula. Ulang 6 bulan kemudian. Anak ayam umur kurang 1 bulan diberi dengan cara tetes. Pada ayam dewasa diberi secara intra maskular pula.

2. Ayam yang benar benar sakit harus dimusnahkan
- Aktif : Vaksin berisi bibit penyakit hidup tetapi sifatnya tidak terlalu ganas bagi ayam. Masa kekebalan 2,5 bulan.

2. Gumburo (Infectious Bursal Disease)
Diskripsi :
Gumboro menyerang sistem kekebalan tubuh. Terutama bagian bursa fibrikus dan thymus, Kedua bagian ini benteng pertahanan ayam dari penyakit. Kerusakan parah yang timbul adalah tidak terbentuknya antibodi sesudah vaksinasi, Gumboro memang tidak mengakibatkan kematian secara langsung tetapi infeksi sekunder setelahnya mengakibatkan banyak kematian.

Secara umum penyakit ini terbagi menjadi dua, yaitu gumboro klinik dan sub klinik, Gumboro klinik menyerang ayam umur 2-7 minggu. Kerusakan sistem kekebalan hanya bersifat sementara (2-3 minggu)  Lain lagi dengan Gumboro sub-klinik (dini). Inilah yang ditakutkan peternak. Selain tidak terdeteksi, umum menyerang anak ayam umur 0-21 hari walhasil sifat kekebalan hilang secara permanen (imunospresi).

Gejala :
Diare berlendir turun nafsu makan dan minum, gemetar dan sukar berdiri,Bulu kotor disekitar anus dan prilaku mematuk di sekitar kloaka (akibat peradangan pada Bursa fibrikus yang terletak diatas dubur)

Penyebab :
Virus IBD (Infectious Bursal Disease) merupakan golongan red virus dan mempunyai struktur RNA . Dalam tubuh ayam virus ini bertahan hidup lebih dari 3 bulan dan setelah itu masih bersifat  Infektif.

Penanggulangan :
  1. Vaksin pada umur satu hari dengan vaksin gumboro aktif. Vaksinasi lanjutan dilakukan pada umur 11 hari dengan vaksin gumboro gabungan (aktif dan in-aktif) vaksinasi berikutnya dilakukan pada umur 21 hari, 6 minggu dan 10 minggu dengan vaksin gumboro aktif (Gumboral CT) Bila perlu diulangi pada umur 40 minggu dengan gumboro in-aktif secara intra muskular.
  2. Menjaga sanitasi kandang

3. Cacar (Avian Pox/Fowl Pox/Avian Diptheria/Pokken Diptheria)

Deskripsi :
Penyakit ini menyerang ayam semua umur. Angka kematian yang ditimbulkan tergolong kecil, Ada dua bentuk penyakit ini pada ayam. Yaitu cacar kulit berupa kutil pada pial, jengger kelopak mata atau kaki. Diptheri berupa radang pada selaput lendir lidah, mulut, selaput mata, atau pangkal tenggorokan.

Kulit timbul dari bintik putih kemudian berubah agak besar kekuningan tak berapa lama jadi kasar dan berubah lagi menjadi coklat. Setelah 2-3 minggu terjadi peradangan pendarahan pada pangkal kutil.  Pada diptheri, kutil ini terdapat pada ronggamulut atau saluran pencernaan depan. Akibatnya terjadi sumbatan pada oesophagus.

Gejala :
Lesu, nafsu makan berkurang, Produksi telur menurun drastis, Suhu tubuh meninggi, kadang terjadi kelumpuhan, kotoran encer

Penyebab :
Virus famili Poxviridae

Penanggulangan :
  1. Vaksin dengan vaksin cacar aktif (Diftosec CT) pada umur 4 minggu dengan cara tusuk gores sayap atau intra muskular. Kemudia beri vaksinasi penguat /booster (Diftosec CT) 3 bulan kemudian. 
  2. Gunakan biji awar-awar sebanyak 3 buah. ukuran sedang untuk ayam umur 3 bulan. pemberian bisa langsung dengan mengiris kecil-kecil dan masukkan langsung atau menumbuknya kemudian campur dengan makanan atau minuman.
  3. Menyayat kutil kutil sampai berdarah dan diolesi larutan yodium atau neo blue atau yodium tinctura sampai kutil tersebut kering , kisut sampai akhirnya terkelupas
  4. Untuk diptheri kerik dulu gmpalan dalam rongga mulut sampai lepas, Luka yang timbul diolesi yodium tincturaatau yood gliserin

4. Batuk Darah (Infectious  laryngotracheitis)
Deskripsi :
Virus penyakit ini tidak segarang Gumboro. Selain dapat dihilangkan dengan desinfektan ia juga tidak tahan diluar tubuh host-nya (inang perantara) Ayam umur 14 minggu atau lebih sangat rentan penyakit ini.

Gejala :
Mata berair malas bergerak, getah radang (exudat) berupa lendir bercampur darahmelekat pada rongga mulut terutama tenggorokan. Akibatnya ayam banyak mati karna penyumbatan saluran tenggorokan. Selain itu sering batuk, sulit bernafas (terdengar suara khas) paruh dan kotoran terlihat percikan darah.

Penyebab :
Virus herpes, Yaitu tarpen avium.

Penanggulangan :
  1. Memberi vaksin modified LT vaccine dengan cara meneteskan pada mata. Cara lain dengan memberikan Cloacal type vaccine dengan cara menggosokkannya bada bibir atas kloaka. Laukan 2-3 bulan sebelum ayam bertelur. 
  2. Vaksinasi dengan Lyrngo Vac nobilis (Produksi Intervet) 
  3. Bila ayam terkena sebaiknya dimusnahkan.

5. Bronchitis (Infectious Btronchitis)
Deskripsi :
Penyakit ini menyerang pernafasan. Penularan terjadi dari udara tercemar dari ayam penderita. Ayam terserang menunjukkan gejala sakit setelah 48 jam. Angka kematian tertinggi terjadi saat anak ayam umur dibawah 6 minggu yaitu mencapai 6 % Pada dewasa hampir tidak ada.

Gejala :
Batuk, bersin, sesak nafas, ngorok mengeluarkan lendir, dari hidung dan mata dan nafsu makan dan minum menurun.

Penyebab : 
Virus golonganCorona

Penanggulangan :
  1. Vaksinasi secara teratur sesuai petunjuk. Bisa digunakan vaksin galur Massachusetts dan connecticut. Pemberian secara tetes mata atau hidung. Bisa juga melalui air minum.
  2. Vaksinasi pada umur 7 hari, 30 hari, dan 10 minggu dengan vaksin IB aktif (Bioral H-120)dengan cara tetes mata. Pemberian vaksin di;anjutkan umur 18 minggu dengan vaksin ND+IB in aktif.

6. Marek (Leoukosis Akuta)
Deskripsi :
Penyakit ini banyak timbul akibat kontak langsung dengan ayam penderita. Serangan  banyak terjadi pada anak ayam usia 3-4 minggu terutama pada usaha ayam komersial. Usia 8-9 minggu saat paling rawan serangan. Penularan bisa melalui debu kandang, kotoran, Litter, maupun peralatan kandang.

Gejala :
1. Neural : Jengger pucat, kelumpuhan pada sayap dan kaki.
2. Visceral : Hati lebih besar dua kali lipat
3. Ocular : Kebutaan , Iris mata berwarna kelabu
4. Skin Form : Tumor dibawak kulit dan otot


Penyebab :
Virus DNA tergolong virus Herpes tipe B


Penanggulangan :
1. Vaksinasi segera setelah telur menetas dengan vaksin Cryomarex HVT atau Cryomatex rispens dengan dosis0,2 mlsecara sub kutan (pada kulit leher)
2. Bila ada yang terserang sebaiknya dimusnahkan.

B. Penyakit Akibat Bakteri

1. Snot/Pilek (Infectious Coryza)
Deskripsi :
Penyakit ini menular dan timbul akibat perbahan musim dari kemarau ke hujan. Perbedaan cuaca sering ekstrim dan berpengaruh pada kondisi fisiologis ayam. Penyakit ini menyerang semua umur terutama pada ayam dewasa.

Angka kematian memang kecil (Mortalitas 30%), tetapi angka kesakitan cukuo tinggi (morbiditas 80%). Ayam betina umur 18-23 minggu paling rentan terserang. Bagi ayam petelur dapat menurunkan produksi sampai 20%.

Gejala :
Keluar lendir kekuningan encer dari hidung, kental dan berbau khas, terdapat kerak disekitar lubang hidung. mata tertutup sebagian akibat pembengkakan sinus infra orbital secara unilateral (sebelah) atau bilateral (keduanya) Akibatnya muka bengkak dan mata memejam, suara ngorok dan sukar bernafas dan pertumbuhan tidak normal.

Penyebab :
Bakteri Haemophilus Gallinarum

Penanggulangan :
1. Vaksinasi pada umur 12 minggu dan 17 minggu dengan vaksin snot in-aktiv (Haemovax 0,3 ml/ekor)
2. Jangan menyampur ayam yang berbeda usia lebih dari 3 minggu
3. berilah Mycomas, ampisol, Ultramcyin SP atau baytril 10% OS dengan dosis sesuai petunjuk pabrik

2. Kolera (Fowl Cholera/Avian Pasteurellosis)
Deskripsi : 
Penyakit ini tak kalah ganasnya dengan tetelo. Serangannya tidakhanya pada ayam petelur, Ayam pedagingpun disikatnya, Umum menyerang ayam lewat 12 minggu, serangan ini bisa secara mendadak  (akut) atau menahun (Kronis).Kerugian akibat penyakit ini pada turunannya bobot dadn produksi telur bahkan kematian.

Gejala:
1. Akut : Terjadi kematian yang secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas
2. Kronis : Ada gejala demam, nafsu makan berkurang, bulu berdiri, sesak nafas, mecret mula mula kuning kemudian coklat, bisa pula berwarna hijau, kotoran berbau busuk dan berlendir, pembengkakan pada jengger dan pial serta kepala berwarna kebiruan dan memperlihatkan gejala geleng-geleng kepala persendian kaki dan sayap membengkak kadang disertai kelumpuhan.

Penyebab :
Infeksi Bakteri Pasteurella multocida dan Pasteurella Gallinarium. sevara normal bakteri ini ada pada saluran pernafasan dan pencernaan. Pada kondisi daya tahan menurun bakter ini menjadi patogen.

Penanggulangan :
1. Vaksin Kolera umur 6-8 minggu dan diulang pada umur 8-10 minggu
2. Menjaga litter tetap kering ventilasi lancar
3. Menjaga isi kandang tidak padat
4. Ganti air minum tiap hari dan cuci tempat makan dan minum 2x seminggu
5. Berikan Mycomas. Noxal, atau ampisol dengan dosis sesuai aturan pabrik
6. Beri vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam seperti  vita stress atau vita strong.

3. Tipus (Fowl Thypoid)
Deskripsi :
Penyakit ini termasuk jenis berbahaya dan menular. Angka kematian akibat serangan bisa mencapai 30%-50%. Serangan terjadi pada semua umur. Tetapi lebih banyak pada ayam grower dan yang sudah bertelur.

Gejala :
Lesu nafsu makan turun, nafsu minum dan suhu tubuh meningkat, Ayam sedikit mencret dan berwarna kuning kehijauan, Kepala menunduk dengan mata terpejam seperti mengantuk, Kedua sayap terkulai, Ia lebih suka berada pada tempat yang hangat dan bulu terlihat kusam.

Penyebab : 
Bakteri Salmonella Gallinarum

Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi dengan baik, disamping menjaga litter tetap kering,  Bakteri ini dapat bertahan hidup pada litter yang lembab.
2. Bila baru terserang dapat diberikan colisuttrix atau dimetropin dengan dosis 1 gr dilarutkan dalam 1 L air minuman. Berikan 3-5 hari berturut-turut. Untuk pengobatan dosis ditambah 2 gr.


4. Berak Kapur (Pullorum Disease)
Deskripi :
Penyakit ini menyerang anak ayam. Terutama  anak ayam umur 1-10 hari. Kebanyakan yang kena lemah dan mati muda. Pada ayam dewasa tidak terlihat gejala-gejala sakit. Ayam yang sembuh menjadi pembawa sifat dan seumur hidupnya mengeluarkan bibit penyakit. Penularan utama melalui peneluran.

Gejala :
1.Anak Ayam : Nafsu makan berkurang. Kotoran encer berwarna pitih berlendir. dan banyak melekat pada daerah anus. Ayam terlihat pucat, lemah, kedinginan, dan suka bergerombol mencari tempat hangat. Sayap tampak kusut dan menggantung, jengger pucat dan berkerut, berwarna keabu abuan.
2. Ayam dewasa : Menurunya kesuburan dan daya tetas, depresi, anemia dan kotoran encer warna kuning.

Penyebab : 
Bakteri Salmonella Pullorum

Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang dan mesin tetas, Fumigasi dengan Formaldelhida 40%
2. Pemberian vaksinasi sama halnya pada kolera
3. Bila terkena ayam sudah parah, sebaiknya dimusnahkan


4. Berak Kuning Kolibasiolosis/ CRD Kompleks (Granuloma Koli)
Deskripsi :
Penyakit ini bersifat oportunis, Timbul bila ayam dalam keadaan rentan atau kekebalan menurun, Kematian terbanyak pada anak ayam usia 5 hari, Penyebaran utamanya melalui air,

Gejala :
Ayam kurus, bulu kusam, dan kotoran disekitar pantat, Nafsu makan turun, dan kotoran encer berwarna kuning.

Penanggulangan :
1. Perbaikan sanitasi
2. Berikan Ronaxan dengan dosis 1g-2g/L air minum atau mycomas dengan dosis 0,5 ml/L air minum selama 3-5 hari berturut-turut

5. CRD (Chronis Respiratory Desesase)
Deskripsi :
Penyakit ini sifatnya menahun dan menyerang semua umur ayam. Terutama usia 4-9 minggu. Angka kematian menjadi tinggi bila serangan berbarengan dengan penyakit lain, Seperti ND dan IB. Gejala serangan hampir mirip dengan gejala Snot.

Gejala :
Batuk yang disertai bunyi ngorok, Keluar cairan dari lubang hidung, Nahsu makan berkurang, dan pada ayam dewasa betina terjadi penurunan produksi telur 10%-20%.

Penyebab :
Mycoplasma Gallisepticum

Penanggulangan :
1. Vaksinasi dengan vaksin Gallimune secara teratur sesuai petunjuk pabrik. Untuk daerah yang mempunyai resiko penularan tinggi dapat dilakukan 2 kali vaksinasi.Vaksinasi pertama umur 3 minggu. Vaksinasi penguat/booster pada umur 3-4 minggu sebelum periode bertelur dengan dosis 0,3 ml/ekor.
2. Bila sudah terkena dapat diobati dengan Mycomas 0,5 ml/L air minum atau baytril 10% )S sebanyak 0,5 ml/L air minum. Bisa juga dengan suanovil 1gr-2gr/L air minum. Seluruhnya dilakukan selama 3-5 hari berturut-turut.

C. Penyakit Akibat Cacingan (Worm Desease)
Deskripsi :
Penyakit ini jarang menimbulkan kematian. Umum menyerang ayam semua umur. Akibatnya terjadi hambatan pertumbuhan dan produksi telur. Secara umum ada 3 golongan cacing yang menjadi parasit.  Yaitu golongan Nematoda, Trematoda, dan Cestoda. Tiga jenis cacing dari golongan nematoda dan satu dari cestoda paling sering menyerang ayam.

Gejala :
A. Nematoda
1. Ascaris Galli : Menyerang semua umur, tubuh ayam kurus, lemah, nafsu makan berkurang, Sayap agak terkulai, bulu kusam, mencret, kotoran encer berlendir agak keputih-putihan, pertumbuhan terhambat.
2. Heterakis Gallinae : Hampir serupa dengan Ascaris Galli, mengakibatkan radang pada usus buntu, anemia , jengger dan pial pucat dan kotoran seperti bercak darah.
3. Cappilari SP : Jengger mengerut dan lemas, Kotoran ayam mengandung lendir, berwarna merah muda.

B. Cestoda
Raillietina Cesticillus : ubuh kurus, gerak lamban, Bulu sayap kering, dan mengerut, Selain mudah lepas, kadang nafasnya cepat.

Penyebab:
- Ascaris Galli dan Heterakis Gallinae, Capilaris SP, dan Railletina cescitilus

Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang dengan pemberian desinfektan seperti biocid 17 ml dalam 10 L air atauistam dengan dosis 6 ml/ L air minum
2. Pemberian Caricid pada umur 4-6 minggu dengan dosis 30 ml/3Lair mnum untuk 100 ekor ayam. Umur lebih dari 6 minggu diberi dosis 6ml/L 6-10 L air untuk 100 ekor ayam.
3. Rintal Premix 2,4% dicampur dalam makanan dengan dosis 2,5 kg pakan. Diberikan selama 5-6 hari
4. Obat lain yang dapat diberikan adalah vermixon atau wom-X Dosis sesuai petunjuk pabrik.

D. Penyakit akibat protozoa
1. Berak darah (Coccidiosis)

Deskripsi :
Istilah koksidiosis dipakai karena penyebabnya bermacam spesies Coccidia. Penyakit ini banyak ditemukan dalam kandang bersistem Litter. Biangnya adalah Occyt dari Coccidia. Ia tumbuh subur dilitter yang basah pada musim hujan terutama pada daerah dataran tinggi.

Serangan terjadi pada semua umur ayam. Terutama anak ayam umur 1-10 minggu.  ada 9 macam species Coccidia yang ada, tapi yang menakutkan bagi peternak adalah Eimeria tenella dan Eimeria Necatrix. Walhasil kematian mendadak mencapai 20% dalam waktu 2-3 hari.Serangan ini terjadi pada alat pencernaan, usus halus dan usus buntu.

Gejala :
1. Anak Ayam : Lesu, Nafsu makan berkurang, Pucat, Minum terus, Sayap Terkulai, sayap terkulai, Kotoran Encerberwarna coklat campur darah. Bulu sekitar anus kotor. Ayam senang bergerombol di tepi atau sudut dan kaki jongkok.
2. Ayam Dewasa : Hampir sama seperti anak ayam, produksi telur menurun atau terhenti sama sekali.

Penyebab :
Eimeria SP

Penanggulangan :
1. Menjaga sanitasi kandang
2. Menjaga litter tetap kering
3. Memberi Noxal Dosis 1 sendok makan 2,8 ml air
4. Coxistac dengan dosis 1 ons untuk 100 kg makanan.Pemberian dilakukan 1-2 minggu.
5. Obat lainya adalah saquadil 50 dosis 20 ml/3,2 L air. Berikan dengan sistem 3:2:3 atau embacox dosis 5g/L air. Berikan selama 6 hari berturut-turut. Bisa jga menggunakan Aleccid dosis 1ml/L air berikan selama 4-5 hari berturut-turut.
6. Semua obat sulfa sangat manjur melawan koksidiosis.


2. Leukozitozoonosis
Deskripsi :
Penyakit ini menyebabkan kematian dan terganggunya pertumbuhan pada anak ayam. Serangannya kadang begitu cepat dan seringkali membawa kematian pada ayam yang terinfeksi. Secara umum penularannya melalui serangan penghisap darah seperti nyamuk atau lalat.

Gejala :
Nafsu makan menurun, muntah, depresi, Bulu kusut, pucat, anemia, mencret, dengan tinja berwarna kuning kehijauan, ada kenaikan suhu tubuh, dan keluar cairan dari hidung dan mulut.

Penyebab :
Nyamuk Genus Culicoides SP dan Ornithophilous SP

Penanggulangan :
1. Usahakan kandang jangan berdekatan dengan sawah, rawa atau genangan air.
2. Neo Sulfa dosis 3 sendok makan dicampur 3,5 L air minum

E. Penyakit Akibat Ammonia
Buta Mata (Keratoconjuctivis)

Deskripsi:
Beberapa nama lain kadang digunakan seperti kebutaan ammoniak. Serangan banyak terjadi pada pemeliharaan dengan sistem litter. Walhasil kandang banyak mengandung kotoran. Penumpukan kotoran ini menjadi pemicu timbulnya gas ammoniak. Bila berlebihan Uap ammoniak menyebabkan kebutaan.

Gejala :
Kekeruhan pada bola mata yang lama-lama berkembang menjadi peradangan yang parah. Warna mata berubah menjadi kelabu. Pupil mata berubah bentuk menjadi kurang teratur. Keratiniasi pada kelopak mata. Bila sudah parah maka fungsi kontraksi akan hilang sehingga ayam menjadi buta.

Penyebab :
1. Gas ammoniak akibat dari penumpukan kotoran di kandang
2. Defesiensi Vitamin A

Penanggulangan :
1. Perbaikan sanitasi dengan membersihkan kandang dan jangan membiarkan kotoran bertumpuk.
2. Pemberian pakan ayam yang mengandung banyak vitamin A
3. De-Odorase berbentuk bubuk merupaan pengendali polusi amonia dan bau dari kotoran ternak, Jadi, tidak timbul pencemaran. Dosis pemakaian 100g-125 g dicampur merata dalam 1 ton pakan ternak.

Berdasarkan pengalaman peternak, sejumlah penyakit inilah yang kerapkali menjadi batu sandungan dalam beternak ayam. Cara mengatasi hanya satu, yaitu monitoring setiap hari. Dengan demikian infaksi dapat diketahui sejak dini. Hal ini dapat dilakukan jika tenaga kerja dilapanga memiliki pengetahuan memadai dan tentu saja dapat dipercaya. Kemampuan dapat diasah, tetapi pekerja bermental baik tidak mudah diperoleh.***

By Chintya Nada Pangestika with 0 comments

Leave a Reply

Anda tidak punya ID khusus untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, kotak URL bisa Anda kosongi Jika tidak punya blog atau situs. Sebagai pencari informasi sampaikan pendapat Anda apa saja mengenai Mengatasi Gejala dan Penyebab Penyakit Ayam Broiler.
Komentar Anda mencerminkan pribadi, berkomentarlah yang baik. Terima kasih.