follow

Pengaturan Jumlah Produksi Ayam Broiler

Menyiapkan Usaha Produksi Bibit Ayam PedagingMenyiapkan Usaha Produksi Bibit Ayam Pedaging - Pengaturan dan penghitungan jumlah produksi harus dilakukan semenjak awal, dengan tujuan agar semua hasil produksi ayam broiler bisa terserap oleh pasar atau konsumen. Bagi peternak yang baru mulai menjalankan usaha peternakan, maka sebelum memulai produksi, peternak harus melihat potensi dan pangsa pasar terlebih dahulu, termasuk didalamnya jalur dan cara pemasarannya. Bila potensi pasar sudah diketahui dan pangsa pasar sudah dikuasai, selanjutnya peternak bisa menentukan total jumlah produksi yang akan dijalankan (semisal dalam sebuah kg atau ton)yang pada tahap selanjutnya akan dikonversikan dalam satuan ekor.

Namun, apabila relasi di jalur pemasaran sudah terbentuk, maka perhitungan jumlah produksi akan lebih mudah. Peternak biasanya sudah mempunyai rekanan bisni yang berposisi sebagai pengepul atau distributor yang siap menampung atau membeli ayam broiler setiap kali masa panen, dan dalam jumlah yang sudah ditentukan. Dengan begitu, peternak hanya akan memproduksi ayam pedaging dalam jumlah tertentu sesuai dengan total jumlah permintaan dari distributor yang menjadi rekan bisnisnya. Sebagai contoh, bila distributor membutuhkan 2 ton ayam pedaging setiap minggu, maka peternak akan berupaya agar bisa memenuhi target tersebut, tidak lebih dan tidak kurang.

  • Total produksi per periode

    Bila peternak sudah mempunyai rekanan bisnis, sebagai misal pihak pengepul atau distributor yang siap membeli semua ayam pedaging yang siap dipanen, maka jumlah produksi ayam broiler/ras pedaging untuk setiap periode produksi bisa dihitung sedari awal atau sebelum mulai mendatangkan bibit ayam pedaging umur sehari atau DOC (day old chicken). Langkah-langkahnya sebagai berikut.

    1. Peternak memastikan jumlah ayam pedaging yang siap dibeli oleh rekanan pengepul/distributor (biasanya dihitung dalam jumlah ton atau kilogram). Peternak juga akan memastikan frekuensi pengambilan dari distributor, apakah seminggu sekali, dua minggu sekali, atau bahkan mungkin saja dalam hitungan beberapa hari sekali.

    2. Jumlah ayam yang diminta (misal dalam hitungan ton) kemudian dibagi dengan bobot rata-rata ayam ketika dipanen. Contohnya, bila distributor meminta 2 ton (2.000 kg) ayam dan bobot hidup rata-rata ayam adalah 1,6 kg per ekor (umur sekitar 6 minggu, maka jumlah ayam yang dipanen adalah 1.333 ekor.)

    3. Dari jumlah ayam yang akan dipanen tersebut, bisa diketahui jumlah ayam yang harus dipelihara. Caranya dengan menambahkan 10% dari total yang akan dipanen, dengan catatan 4% angka maksimal resiko mortalitas atau kematian ayam selama pemeliharaan di daerah tropis, dan 6% adalah angka cadangan bilamana ditemui ayam yang apkir, seperti cacat, terlalu kecil, atau kurus sewaktu pemanenan. Dari contoh diatas, bila jumlah ayam yang dipanen adalah 1.333 ekor, maka jumlah ayam yang akan dipelihara adalah 1.333 + (10% dari 1.333 = 1.466 ekor).

    4. Karena permintaan dari distributor biasanya akan kontinu atau berkelanjutan dalam tempo atau frekuensi yang sudaj ditetapkan, maka peternak harus menyiapkan bibit yang nantinya bisa dipanen secara berurutan sehingga bisa memenuhi permintaan distributor sesuai tempo yang sudah disepakati. Misalnya, bila distributor meminta 2 ton ayam pedaging untuk frekuensi satu minggu sekali, maka setiap satu minggu sekali ada pengadaan sejumlah 1.466 ekor bibit anak ayam (DOC) berusia sama yang akan dimasukkan kedalam kandang pembesaran.

    5. Karena peternak biasanya sengaja mengosongkan kandang yang baru saja dipanen selama 2 minggu untuk memotong siklus penyakit ayam yang bisa muncul kapan saja, maka total waktu untuk setiap periode produksi ayam yang dipanen pada usia 6 minggu adalah 6 + 2 = 8 minggu. Agar selalu bisa memenuhi permintaan distributor. dengan frekuensi pemanenan satu minggu sekali, maka jumlah kandang yang akan dibuat adalah 8 kandang, dimana setiap kandang akan diisi oleh kelompok ayam yang berusia sama, dan setiap kelompok berbeda umur 1 minggu. Artinya, begitu kelompok tertua dipanen, maka kandang lain akan dimasukkan DOC baru. Dengan cara seperti itu, maka pada setiap akhir minggu akan selalu ada kelompok ayam yang siap dipanen. Dari contoh perhitungan di atas, maka total jumlah ayam yang dipelihara dalam satu unit peternakan yang berisi 8 kandang/kelompok ayam adalah 1.4666 ekor dikali 8 =11.728.

  • Total produksi per tahun

    Bila sudah diketahui beban operasional per masa produksi, maka jumlah produksi pertahun juga bisa dirancang sedari awal. perhitungannya adalah dalam satu tahun ada 52 minggu, sebagai misal, untuk setiap periode produksi memakan waktu 6 minggu ditambah 2 minggu kosong (tidak memelihara ayam) dengan tujuan memotong siklus penyakit, maka total waktu untuk setiap produksi mencapai 8 minggu. Dengan perhitungan satu tahun ada 52 minggu, maka total produksi selama satu tahun adalah 52 dibagi 8 yakni 6,5 atau bisa dibulatkan menjadi 6 kali produksi. Dengan mengetahui jumlah produksi per tahun tersebut, peternak bisa menghitung keuntungan selama satu tahun, dan nantinya juga bisa untuk menghitung atau memperkirakan kapan waktu balik modal.


Teruskan membaca Cara Pembuatan Kandang dan Penyediaan Peralatan yang Dibutuhkan

By Chintya with 1 comments

Leave a Reply

Anda tidak punya ID khusus untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, kotak URL bisa Anda kosongi Jika tidak punya blog atau situs. Sebagai pencari informasi sampaikan pendapat Anda apa saja mengenai Pengaturan Jumlah Produksi Ayam Broiler.
Komentar Anda mencerminkan pribadi, berkomentarlah yang baik. Terima kasih.