follow

About

ayam broilerBeternak ayam broiler atau ayam ras pedaging dewasa ini telah menjadi salah satu lini agribisnis yang paling diminati oleh semua lapisan masyarakat yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Sebagai buktinya, saat ini peternakan ayam broiler dengan mudahnya bisa ditemui dihampir setiap daerah, mulai dari yang skala besar, skala menengah, hingga skala kecil-kecilan sebagai usaha sampingan penambah pemasukan sehari-hari.

Faktor penyebabnya, tentu saja lantaran keuntungan yang bisa didapatkan dari beternak ayam broiler ini memang sangat menjanjikan, terutama bila dijalankan dengan serius dan professional. Sebagai contohnya, ayam broiler/ras pedaging apabila dipelihara dengan teknik kemampuan berproduksi atau tingkat pertumbuhannya sangat tinggi sehingga bisa dipanen dalam waktu yang relative lebih singkat, yaitu sekitar 6-7 minggu (atau bahkan bisa dipanen ketika baru 5-6 minggu) dengan bobot hidup rata-rata mencapai 1,4 hingga 1,6 kg per ekor. Selain itu, pemasarannya sangat gampang. Ditambah lagi permintaan pasar terhadap daging ayam broiler juga terbilang sangat tinggi dan stabil sepanjang tahun.

Dengan berbagai daya tarik bisnis yang ada seperti tersebut di atas, tidaklah mengherankan bila ada banyak orang yang mencoba untuk ikut terjun atau memulai menjalankan bisnis peternakan ayam broiler ini. Namun sayang, sebagaian besar dari usaha peternakan kelas menengah ke bawah, masih dikelola dengan teknis pemeliharaan yang memadai perihal cara atau teknis beternak yang baik dan memenuhi prosedur yang lebih intensif dan berkualitas ketimbang ayam kampung (buras) lantaran lebih sensitif dengan lingkungan sekitarnya dan lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Selain terkendala oleh terbatasnya pengetahuan yang dimiliki perihal teknis pemeliharaan, sebagian dari peternak ayam pedaging juga belum mengelola peternakannya dengan manajemen produksi yang layak dan terencana. Sebagai contohnya, masih terjadi pembagian kerja yang tumpang tindih atau beban tugas ganda pada tenaga pengelola atau karyawan yang dipekerjakan. Atau sebaliknya, justru terjadi pemborosan dana operasional atau pembengkakan beban produksi lantaran jumlah karyawan yang dipekerjakan menjadi tidak efektif dan tidak sebanding dengan tugas yang diberikan. Akibatnya, control produksi tidak bisa dijalankan dengan baik, beban produksi membengkak, sementara pemasukan menurun. Tentu saja hal ini akan menyebabkan usaha peternakan ayam tersebut mengalami kerugian atau tidak bisa memberikan keuntungan seperti yang diharapkan.

Sehubungan dengan permasalahan seperti di atas, maka saya berinisiatif untuk menyusun blog ini bertemakan tentang Panduan awal bagi Anda dan bagi siapa saja yang tertarik atau berminat untuk menjalankan bisnis peternakan ayam broiler. Peternakan Ayam Broiler sebagai sebuah Blog Tutorial Panduan Awal, Blog ini akan memberikan informasi secara praktis dan lengkap perihal seluk-beluk beternak ayam broiler dan segala hal yang terkait dengannya, mulai dari memilih bibit yang berkualitas, membuat kandang, pemeliharaan harian, penanganan penyakit, cara memasarkanya, hingga tips-tips penting dalam menjalankan usaha. Selain itu Blog Peternakan Ayam Broiler ini juga dilengkapi dengan foto yang informatif sehingga menjadikan blog ini lebih menarik dan mudah disimak.

Harapan kami, semoga blog ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik untuk mendalami dunia agribisnis, terutama beternak ayam broiler. Akhir kata, selamat mencoba dan semoga bisa meraih sukses besar di kemudian hari. Amin

By Chintya with 0 comments

Leave a Reply

Anda tidak punya ID khusus untuk berkomentar? Gunakan pilihan Name/URL, kotak URL bisa Anda kosongi Jika tidak punya blog atau situs. Sebagai pencari informasi sampaikan pendapat Anda apa saja mengenai About.
Komentar Anda mencerminkan pribadi, berkomentarlah yang baik. Terima kasih.